Minggu, 17 April 2011

Link State Protocol


Protokol Link State merupakan protokol dimana masing masing router telah memilik peta yang mungkin beserta jalurnya.

Contoh:
Dari router E akan mengkalkullasi cost yang paling rendah, yang terhubung dengan dirinya. E tujuan akhir Kemudian akan menuju router C, dari router C akan mengkalkulasi jarak terpendek yang mungkin untuk melanjukan ke tujauan, begitu seterusnya. Sampai routing sampai berada di tujauan.


Berikut adalah point-point yang perlu diketahui mengenai Link state routing protocol:
  • Router melakukan broadcast LSP ke semua .
  • Router mengirim informasi hanya mengenai link mereka sendiri
 
Problem dan Solusi Mengenai Link State

Masalah yang sering timbul dalam Link State:
  • Membutuhkan resource router yang tinggi baik power dan memori
  • Menghasilkan traffic karena pembajiran informasi ke setiap router, tetapi setelah terbentuk table routig akan lebih efektif disbanding distance vektor
  • Memungkinkan delay yang lama dikarenakan traffic.
 
Berikut adalah solusi yang sering di implementasikan untuk mengatasi beberapa effect mengenai informasi LSP yang inkonsisten.
  • Rate dari LSP update dikurangi untuk menjaga informasi tetap konsisten
  • Router bisa dikelompokkan kedalam area. Router-2 berbagi informasi dalam satu area, sementara router-2 yang ada pada area border saling bertukar informasi antar area.
  • LSP bisa diidentifikasi dengan suatu stempel waktu, sequence atau ID number, atau aging timer untuk menjamin proper synchronization.
  • Satu router dalam masing-2 area di serahi tugas sebagai sumber authoritative dari routing informasi (yang disebut sebagai designated router). setiap area router menerima update dari designated router.
 
Keuntungan dan Kerugian dari Link State
Link State mempunyai beberapa keuntungan dibanding distance vector:
  • Waktu convergence lebih cepat karena update diforward segera
  • Tidak rentan terhadap routing loops
  • Tidak rentan terhadap informasi yang salah karena hanya informasi tangan pertama saja yang di broadcast
Kerugian dari Link State
  • Algoritma Link State memerlukan power CPU dan memory yang tinggi untuk melakukan kalkulasi topology jaringan dan memilih route
  • Menaikkan traffic jika terjadi perubahan topologi
OSPF (Open Shortest Path First) adalah salah satu protokol pada keluarga IP, untuk routing dinamik. OSPF dikembangkan karena kebutuhan pada network yang besar dan heterogen. Beberapa keuntungan dari OSPF adalah konvergensi yang cepat, yang pada gilirannya mencegah routing loop dan menghasilkan network yang stabil.
 
Cara OSPF Membentuk Hubungan dengan Router Lain

Membuat komunikasi dengan router lain(router tetangga/neighbor) dengan menggunakan mekanisme HELLO PROTOKOL yang berisi paket kecil  yang dikirim secara periodik yang dinamai dengan HELLO packet. Paket tersebut akan di broadcast dalam rentang waktu 10 detik dan 30 detik sekali dalam media Point-to-Point. Hello packet berisikan informasi seputar pernak-pernik yang ada pada router pengirim. Hello packet pada umumnya dikirim dengan menggunakan multicast address untuk menuju ke semua router yang menjalankan OSPF (IP multicast 224.0.0.5). Semua router yang menjalankan OSPF pasti akan mendengarkan protocol hello ini dan juga akan mengirimkan hello packet-nya secara berkala. Cara kerja dari Hello protocol dan pembentukan neighbour router terdiri dari beberapa jenis, tergantung dari jenis media di mana router OSPF berjalan.

Kelemahan OSPF:
·         Semakin besar jaringan semakin banyak  pertukaran informasi  antara router satu dengan yang lain membutuhkan dan proses tersebut membutuhkan proses komputasi yang tinggi.
·         Table routing akan membengkak jika jaringan terlalu kompleks mengakibatkan penentuan jarak terpendek yang melalui router tersebut semakin rumit.
·         Route yang terbentuk dari table routing mengakitbatkan jalur menjadi lamban, sehingga forwarding data menjadi lamban.
Tipe router  OSPF berdasar letak dan fungsi:
  • Internal Route
router yang berada dalam suatu are yang sama. Contoh :  router yang berada dalam jaringan intranet  USD.  Berfungsi sebagai member dan menerima informasi yang berada dalam intranet USD. Bertujuan unuk maintain database tipologi jaringan yang berada dalam intranet.
  • · Backbone Router
    Backbone area biasanya ditandai dengan penomoran 0.0.0.0 atau sering disebut dengan istilah Area 0. Router-router yang sepenuhnya berada di dalam Area 0 ini dinamai dengan istilah backbone router. Backbone router memiliki semua informasi topologi dan routing yang ada dalam jaringan OSPF tersebut.
  • Area Border Router (ABR) 
  • Router yang berfungsi untuk menghubungkan Area o dengan area lain dan menyebarkan informasi antara Area 0 dan area lain yang terhubung melaui dirinya. Namun, penyebaran informasi ini dilakukan dengan menggunakan LSA khusus yang isinya adalah summarization dari setiap segment IP yang ada dalam jaringan tersebut. Dengan adanya summary update ini, maka proses pertukaran informasi routing ini tidak terlalu memakan banyak resource processing dari router dan juga tidak memakan banyak bandwidth hanya untuk update ini.
  • Autonomous System Boundary Router (ASBR)
    Sekelompok router yang membentuk jaringan yang masih berada dalam satu hak administrasi, satu kepemilikan, satu kepentingan, dan dikonfigurasi menggunakan policy yang sama, dalam dunia jaringan komunikasi data sering disebut dengan istilah Autonomous System (AS). Biasanya dalam satu AS, router-router di dalamnya dapat bebas berkomunikasi dan memberikan informasi. Umumnya, routing protocol yang digunakan untuk bertukar informasi routing adalah sama pada semua router di dalamnya. Jika menggunakan OSPF, maka semuanya tentu juga menggunakan OSPF
 
Jenis Area dalam OSPF.
  • Backbone Area
                Backbone area adalah area tempat bertemunya seluruh area-area lain yang ada dalam jaringan OSPF.
                Area ini dapat dilewati oleh semua tipe LSA kecuali LSA tipe 7 yang sudah pasti akan ditransfer
                menjadi LSA tipe 5 oleh ABR.
  • Standar Area
    Area jenis ini merupakan area-area lain selain area 0 dan tanpa disertai dengan konfigurasi apapun. Semua router yang ada dalam area ini akan mengetahui informasi Link State yang sama karena mereka semua akan saling membentuk adjacent dan saling bertukar informasi secara langsung. Dengan demikian, semua router yang ada dalam area ini akan memiliki topology database yang sama, namun routing table-nya mungkin saja berbeda.
  • Stub Area
    router ujung yang sudah tidak memiliki hubungan dengan router lain. Area jenis ini memiliki karakteristik tidak menerima LSA tipe 4 dan 5, tidak menerima paket LSA yang berasal dari area lain yang dihantarkan oleh router ABR. Hanya mengandalkan default route untuk terkoneksi dengan dunia luar.
  • Totally Stub Area
    Totally stub area tidak akan pernah menerima informasi routing apapun dari jaringan di luar jaringan mereka. Area ini akan memblokir LSA tipe 3, 4, dan 5 sehingga tidak ada informasi yang dapat masuk ke area ini. Area jenis ini juga sama dengan stub area, yaitu mengandalkan default route untuk dapat menjangkau dunia luar.
  • Not So Stubby Area (NSSA)
    Stub tetapi tidak terlalu stub, maksudnya adalah sebuah stub area yang masih memiliki kemampuan spesial, tidak seperti stub area biasa. Kemampuan spesial ini adalah router ini masih tetap mendapatkan informasi yang berasal dari segmen jaringan lain di bawahnya yang tidak terkoneksi ke backbone area.
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar